Thursday, September 8, 2016

Google Luncurkan Fitur "Smart Reply" Untuk Gmail di iOS dan Android

Apakah anda tidak punya waktu yang cukup untuk membalas email?? Biarkan Google yang melakukannya. Ya, Google menggunakan kecerdasan mesin dan jaringan saraf yang mampu menyarankan sampai tiga kemungkinan balasan untuk email yang masuk berdasarkan isi dari email tersebut.

Sistem ini belajar dari tanggapan-tanggapan pengguna dalam memberikan saran untuk menyempurnakan balasan. Sistem ini juga memiliki repositori 20.000 "Smart Reply" yang akan terus tumbuh dengan berjalannya waktu, kata juru bicara Google, Emma Ogiemwanye.

"Sangat sulit untuk melakukan komunikasi ketika Anda sedang bepergian," kata Susan Schreiner, seorang editor senior/ analis di C4 Trends. "Jika Anda dapat menemukan sudut tenang untuk melakukan hal ini, tentu adalah solusi yang sangat baik untuk menangani kotak masuk pada email."

Smart Reply Untuk Gmail di iOS dan Android

Bagaimana "Smart Reply" Bekerja

Sistem "smart Reply" didasarkan pada sepasang jaringan saraf berulang, salah satunya digunakan untuk mengkodekan email yang masuk dan yang lainnya untuk memprediksi respon/ balasan yang memungkinkan.

Jaringan encoding meneliti kata email masuk dengan kata dan menghasilkan daftar nomor, yang dikenal sebagai vektor, yang menangkap inti dari apa yang dikatakan. Vektor ini adalah sintaks yang independen. Sebagai contoh, "apakah besok anda libur?" dan "Apakah anda bekerja besok?" kedua pertanyaan ini akan memunculkan vektor yang sama.

Google Luncurkan Fitur Smart Reply Untuk Gmail di iOS dan Android
"Smart Reply" akan tersedia dalam bahasa Inggris di Google Play dan Apple App Store.

Jaringan kedua mengambil pemikiran vektor ini (yang dapat dianggap sebagai meme) dan menciptakan balasan dengan tata bahasa yang benar dalam waktu yang bersamaan.

Gmail menggunakan arsitektur jaringan memori jangka pendek yang panjang untuk jaringan saraf karena akan bekerja walaupun ketika ada penundaan yang lama, dan dapat menangani sinyal dengan campuran komponen frekuensi rendah dan frekuensi tinggi. Arsitektur ini akan sangat berguna dalam memprediksi respon/ balasan.

Insinyur Google mengembangkan sistem pembelajaran mesin untuk memetakan respon bahasa alami untuk maksud semantik. Mengetahui bagaimana semantik dua tanggapan serupa memungkinkan sistem sarankan tanggapan yang berbeda-beda di kedua kata dan makna yang mendasarinya.

Selalu menjadi blogger pemula. Tidak pernah bisa menjadi blogger profesional. Tidak punya semangat dan skill menulis, tidak punya semangat mencari bahan untuk postingan. Tidak bosan-bosan membuat blog baru tapi blognya selalu begitu-begitu saja...:D

1 comments so far

The third reason is the improper installment of system applications; this will include various applications like internet security, antivirus etc.gmail support services

Silahkan luangkan sedikit waktu anda untuk berkomentar. Jika ada tulisan yang menurut anda kurang jelas atau kurang berkenan di Teknologisme.com, jangan ragu-ragu menyampaikannya kepada kami.
EmoticonEmoticon

Contact Form