Tuesday, September 13, 2016

Google Menyoroti Pelanggaran DMCA dalam Laporan Transparansi Hak Cipta

Google telah menerbitkan sebuah versi baru dan yang lebih baik dari laporan Transparansi Hak Cipta (Copyright Transparency Report). Bentuk laporan ini sudah didesain sedemikian rupa sehingga memberikan kemudahan dalam mendalami lebih dari 1 milyar URL yang dilaporkan. Antara lain, Google sekarang menentukan berapa banyak URL tidak terhapus dan mengapa serta menyoroti berbagai kasus-kasus penyalahgunaan hak cipta.

Dalam beberapa tahun terakhir, para pemegang hak cipta sudah membebani google dengan permintaan penghapusan konten yang melanggar hak cipta terlebih link-link ke konten-konten bajakan. Jumlah permintaan penghapusan semakin hari semakin pesat, mulai dari permintaan yang hanya lusinan per hari di tahun 2008 hingga sampai saat ini mencapai jutaan permintaan penghapusan setiap harinya.

Google Menyoroti Penyalahgunaan DMCA dalam Laporan Transparansi Hak Cipta

Untuk memberikan wawasan umum dalam proses ini Google meluncurkan laporan transparansi hak cipta (Copyright Transparency Report) untuk pencarian pada tahun 2012. Selain untuk menampilkan peningkatan volume yang pesat, seperti yang ditunjukkan gambar di bawah ini, hal ini telah membantu kita untuk melaporkan berbagai jenis pelanggaran hak cipta selama bertahun-tahun.

Laporan Transparansi Hak Cipta

Beberapa hari yang lalu Google merilis perubahan versi dari Laporan Tranparansi Hak cipta (Copyright Transparency Report). Selain memiliki tampilan baru yang lebih baik, laporan yang baru ini juga memiliki data tambahan mengenai apa yang sedang terjadi.

Sebelumnya kita dapat menghitung jumlah total URL yang diduga melakukan pelanggaran cukup dengan tangan. Tetapi sekarang dengan jelas Google menampilkan jumlah total URL dalam laporannya. Data terbaru menunjukkan bahwa terdapat lebih dari 1,75 URL yang diduga melanggar yang telah dilaporkan sejak pertama mereka mulai menghitung.

Apa saja yang baru dalam laporan ini yaitu ringkasan tentang berapa banyak URL yang tidak dihapus indeks pencarian dan alasan-alasannya.

Laporan Transparansi Hak Cipta


Misalnya, selama tahun lalu lebih dari 10% dari semua URL yang dikirimkan tidak dihapus dari indeks pencarian. Kira-kira setengah dari jumlah tersebut, 50 juta (5,5%), adalah duplikat link yang sudah telah dilaporkan sebelumnya. 15 juta (1,6%) adalah "URL tidak valid," seperti kesalahan ketik dan konten lain yang tidak ada, dan lain 31 juta yang ditolak karena alasan lain.

Google berharap bahwa laporan transparansi yang baru akan membantu orang untuk lebih memahami bagaimana konten yang ditargetkan dan bagaimana respon perusahaan. Ke depannya, Google mengatakan akan terus menambahkan contoh baru dan data baru.

Selalu menjadi blogger pemula. Tidak pernah bisa menjadi blogger profesional. Tidak punya semangat dan skill menulis, tidak punya semangat mencari bahan untuk postingan. Tidak bosan-bosan membuat blog baru tapi blognya selalu begitu-begitu saja...:D

Silahkan luangkan sedikit waktu anda untuk berkomentar. Jika ada tulisan yang menurut anda kurang jelas atau kurang berkenan di Teknologisme.com, jangan ragu-ragu menyampaikannya kepada kami.
EmoticonEmoticon

Contact Form